Buku “Japanese Militarism And Its War Crimes in Asia Pacific Region” Tersedia Ditiga Gerai Toko Buku Kinokuniya

Buku karya Hendrajit dkk berjudul “Japanese Militarism And Its War Crimes in Asia Pacific Region” penerbit Global Future Institute sudah tersedia di Kinokuniya Book Stores, yang tersebar 3 gerai di wilayah Jakarta.

Jakarta Selatan, buku ini dapat diperoleh Kinokuniya Pondok Indah Mall, SOGO Pondok Indah Mall 2 lantai LG,jalan M. HJl. Metro Pondok Indah, Thamrin No. 1, Jakarta.

Di Jakarta Pusat, di Kinokuniya GRAND INDONESIA, SEIBU Grand Indonesia lantai LG, jalan M.H. Thamrin No.1, Jakarta.  Dan satunya lagi  Kinokuniya PLAZA SENAYAN, SOGO Plaza Senayan lantai 5, jalan Asia Afrika No. 8, Jakarta. Read the rest of this entry

For Sale: Japanese Militarism & Its War Crimes in Asia Pasific Region

Slideshow ini membutuhkan JavaScript.

Struggle for Demanding Japanese Military Government During WWII Remains Unfinished

Japan has recently become the spotlight of various strategic elements in Indonesia. Japan’s past along with all its war crimes in the country have still now remained existing. Comfort women, so-called as “jugun ianfu” or sexual slavery imposed on Indonesia during the 1943-1945 period was the most controversial focus in the Launch and and Book Review titled Japanese Militarism and its War Crimes in Asia Pacific, written by Hendrajit and et al, on Wednesday, September 28, 2011, at the Wisma Daria Kebayoran Baru, South Jakarta.

“This book appearing in front of us all is to prove to the international world, that there have still been many the nation’s elements that remain committed to struggling for the rehabilitation and compensation for victims as a result of the Japan’s war crimes,” said Hendrajit, Executive Director of Global Future Institute, who is also author editor of the book at the scholarly forum which was attended by various elements of society. Read the rest of this entry

PERNYATAAN PERS

Peluncuran dan Diskusi Bedah Buku Japanese Militarism and its War Crimes in Asia-Pacific: “Perjuangan Menuntut Pertanggungjawaban Pemerintahan Militer Jepang Pada Perang Dunia II Belum Selesai Jepang sekali menjadi sorotan berbagai elemen strategis Indonesia.”

Masa lalu Jepang dengan segala kejahatan perangnya di Indonesia belum lah tuntas. Jugun Ianfu, perbudakan seksual yang diterapkan di Indonesia periode 1943-1945, menjadi fokus paling controversial dalam Peluncuran dan Bedah Buku bertajuk Japanese Militarism and its War Crimes in Asia Pacific, karya Hendrajit dan Kawan-Kawan pada Rabu 28 September 2011, di Wisma Daria Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.

“Buku ini hadir di hadapan kita semua, untuk membuktikan kepada dunia internasional, bahwa masih banyak elemen-elemen bangsa yang tetap memperjuangkan rehabilitasi dan kompensasi bagi para korban Kejahatan Perang tentara Jepang di Indonesia,” begitu sambutan pembuka yang disampaikan oleh Hendrajit, Direktur Eksekutif Global Future Institute, sekaligus penulis dan Editor buku tersebut pada acara peluncuran yang dihadiri berbagai elemen masyarakat tersebut. Read the rest of this entry

Lauching and Book Review

Lauching and Book Review of Japanese Militarism and its War Crimes in Asia-Pasific Region on wednesday 28 September 2011, at Daria Building, Kebayoran-Baru, South Jakarta

Slideshow ini membutuhkan JavaScript.

Press Release Buku: Japanese Militarism and its War Crimes in Asia Pacific

Sejarah Kelam Militerisme Jepang di Indonesia dibuka kembali. Begitulah semangat dan gagasan di balik buku karya Hendrajit (Ed) terbitan Global Future Institute. Buku ini akan diluncurkan pada Hari Rabu 28 September 2011, Pukul 18.30 WIB di Wisma Daria, Iskandarsyah Raya No. 7, Kebayoran-Baru, Jakarta Selatan.

Buku ini sejatinya merupakan kolaborasi internasional untuk meminta pertanggungjawaban Pemerintah Jepang atas kejahatan-kejahatannya yang mereka lakukan ketika menjajah negara-negara di kawasan Asia Pacifik seperti Indonesia, Malaysia, Singapore, Filipina, Birma, Korea, dan Cina.

Buku yang bermula dari Seminar Mengungkap Sejarah Kelam Militerisme Jepang di Indonesia dan Asia Pasifik Oktober 2010 lalu, terungkap bahwa dalam masa 3,5 tahun Masa Penjajahannya di Indonesia antara 1942-1945, ternyata daya rusaknya terhadap masyarakat Indonesia tidak kalah besarnya dengan masa 350 tahun Penjajahan Belanda. Read the rest of this entry

Jepang Memaksakan Peradaban Dengan Cara-Cara Yang Biadab

Meski baru pre-book launching, suasana bedah buku Japanese Militarism and its War Crimes pada Kamis 15 September 2011, berlangsung meriah dan praktis sudah seperti Launching Buku yang sebenarnya.  Hadir pada  berbagai kalangan masyarakat. Hadir dalam acara tersebut, Dr Koichi Kimura dari Pakar Jepang dari Universitas Seinan Gakuin dan Fukuoka yang merintis pertama kali kejahatan perang Jepang di Indonesia sejak 1992.  Eka Hindrati, peneliti independen tentang Ianfu Indonesia, wartawan senior dan pebisnis Nurman Diah, aktivis LSM dari Uplift Indonesia Faisal Hussein, pegiat Sosial-budaya Joko Koentono, staf senior Museum Kepresidenan Budianto, aktivis LSM Pipit Apriani dari Institute for Democracy, Politics and Human Right (Indepth Indonesia), dan Rahadi Teguh Wiratama, Direktur Divisi Demokrasi dan Perdamaian LP3ES.

Acara semakin semarak dengan kehadiran Aloysius Sugianto, mantan aparat intelijen (OPSUS) era Suharto yang juga dikenal peran sejarahnya pada 1975 dalam operasi komodo untuk penggabungan Timor Timur ke dalam wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia. Juga hadir  Hadijoyo Nitimihardjo, Staff Pengajar Fakultas MIPA UI , pentolan Partai Murba yang sekarang aktif sebagai penulis lepas di berbagai media massa. Read the rest of this entry

Pre Book Launching

The role played by Japan Imperial System as the seeds of Japanese Militarism on Thursday 15 September 2011, at Daria Building, Kebayoran-Baru, South Jakarta

Slideshow ini membutuhkan JavaScript.

Japan Imposing Civilization on Asian Nations through Un-Civilized Manner

Though it is still pre book launching, the seminar held was quite lively on Thursday(15/09). It was the same thing as the real book launching. It was attended by several prominent figures such as  Dr Koichi Kimura, Japanese Expert and lecturer of Seinan Gakuin and Fukuoka University, who pioneered the research retracing the Japanese War Crimes in Indonesia since 1992, Eka Hindrati, an independent researcher on Indonesian Ianfu, senior journalist and businessman Nurman Diah, Faisal Hussein,an NGO activist from  from Uplift Indonesia, social-cultural activist Joko Koentono, Budianto, senior staff of Presidential Museum, Pipit Apriani , an NGO activist from Institute for Democracy, Politics and Human Righat( Indepth Indonesia), Hadijoyo Nitimihardjo, a lecturer of Indonesian University, and Rahadi Teguh Wiratama, Division Director of Democracy and Peace of LP3ES. Read the rest of this entry

Remiliterisasi Jepang dan Makna Strategis Kunjungan Dr Koichi Kimura Ke Global Future Institute

Global Future Institute menerima tamu kehormatan, Dr Koichi Kimura, pakar Jepang dan staf pengajar Universitas Seinan Gakuin dan Fukuoka. Dr Kimura akan akan berbicara dalam forum yang diselenggarakan oleh Global Future Institute(GFI) dalam rangka Pre-Launching Buku bertajuk Japanese Militarism and its War Crimes in Asia Pacific.

Sebagai salah satu kontributor buku ini, Kimura yang juga aktif sebagai pastor pada Fukuoka International Church, akan membahas beberapa garis besar yang ditulisnya dalam buku tersebut, mengenai bagaimana sistem kekaisarah modern Jepang yang menjadi sumbu dari perpolitikan dan ideologi Jepang, pada perkembangannya telah menjadi sarana penindasan rakyat dari berbagai negara di Asia. Read the rest of this entry

Ikuti

Kirimkan setiap pos baru ke Kotak Masuk Anda.