Arsip Kategori: Press Release
PERNYATAAN PERS
Peluncuran dan Diskusi Bedah Buku Japanese Militarism and its War Crimes in Asia-Pacific: “Perjuangan Menuntut Pertanggungjawaban Pemerintahan Militer Jepang Pada Perang Dunia II Belum Selesai Jepang sekali menjadi sorotan berbagai elemen strategis Indonesia.”
Masa lalu Jepang dengan segala kejahatan perangnya di Indonesia belum lah tuntas.
Jugun Ianfu, perbudakan seksual yang diterapkan di Indonesia periode 1943-1945, menjadi fokus paling controversial dalam Peluncuran dan Bedah Buku bertajuk Japanese Militarism and its War Crimes in Asia Pacific, karya Hendrajit dan Kawan-Kawan pada Rabu 28 September 2011, di Wisma Daria Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.
“Buku ini hadir di hadapan kita semua, untuk membuktikan kepada dunia internasional, bahwa masih banyak elemen-elemen bangsa yang tetap memperjuangkan rehabilitasi dan kompensasi bagi para korban Kejahatan Perang tentara Jepang di Indonesia,” begitu sambutan pembuka yang disampaikan oleh Hendrajit, Direktur Eksekutif Global Future Institute, sekaligus penulis dan Editor buku tersebut pada acara peluncuran yang dihadiri berbagai elemen masyarakat tersebut. Read the rest of this entry
Press Release Buku: Japanese Militarism and its War Crimes in Asia Pacific
Sejarah Kelam Militerisme Jepang di Indonesia dibuka kembali. Begitulah semangat dan gagasan di balik buku karya Hendrajit (Ed) terbitan Global Future Institute. Buku ini akan diluncurkan pada Hari Rabu 28 September 2011, Pukul 18.30 WIB di Wisma Daria, Iskandarsyah Raya No. 7, Kebayoran-Baru, Jakarta Selatan.
Buku ini sejatinya merupakan kolaborasi internasional untuk meminta pertanggungjawaban Pemerintah Jepang atas kejahatan-kejahatannya yang mereka lakukan ketika menjajah negara-negara di kawasan Asia Pacifik seperti Indonesia, Malaysia, Singapore, Filipina, Birma, Korea, dan Cina.
Buku yang bermula dari Seminar Mengungkap Sejarah Kelam Militerisme Jepang di Indonesia dan Asia Pasifik Oktober 2010 lalu, terungkap bahwa dalam masa 3,5 tahun Masa Penjajahannya di Indonesia antara 1942-1945, ternyata daya rusaknya terhadap masyarakat Indonesia tidak kalah besarnya dengan masa 350 tahun Penjajahan Belanda. Read the rest of this entry